Image default
Editor's PicksEvent

Anugerah Kartini Infrastruktur 2026: Pengakuan atas Perempuan Penggerak Pembangunan Nasional

Jakarta, ESGIDN.com – Anugerah Kartini Infrastruktur 2026 menjadi momentum penting dalam menegaskan peran perempuan dalam pembangunan sektor infrastruktur nasional. Digelar bertepatan dengan peringatan Hari Kartini pada 22 April 2026, penghargaan ini tidak hanya menjadi bentuk apresiasi, tetapi juga pengakuan atas kontribusi nyata perempuan di bidang yang selama ini identik dengan dominasi laki-laki.

Penghargaan yang diinisiasi oleh PT Lintas Media Infrastruktur ini menyoroti kiprah perempuan dari berbagai lini, mulai dari pengambil kebijakan di daerah hingga pelaksana teknis di lapangan. Direktur PT Lintas Media Infrastruktur, Paul Ames Halomoan Siahaan, menyatakan bahwa Anugerah Kartini Infrastruktur dihadirkan untuk memperluas makna peringatan Hari Kartini, dengan menghadirkan figur-figur perempuan yang bekerja dan memberi dampak konkret bagi pembangunan.

Pada kategori Kartini Infrastruktur Daerah 2026, penghargaan diberikan kepada Sherly Tjoanda (Gubernur Maluku Utara), Ela Siti Nuryanah (Bupati Lampung Timur), Karolin Margret Natasa (Bupati Landak, Kalimantan Barat), Rina Kumala Sari (Kepala BBPJN DKI Jakarta–Jabar), Siska Karina Imran (Wali Kota Kendari), serta Putri Intan Suri (Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan Yogyakarta). Para penerima dinilai berhasil menghadirkan kebijakan dan program pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat di wilayah masing-masing.

Sementara itu, pada kategori Kartini Infrastruktur Nasional 2026, penghargaan diberikan kepada Yana Astuti (Kepala BBPJN Maluku), Dian Sovana (Sekretaris Perusahaan PT Brantas Abipraya), Julia Augustine (Kasubdit Keterpaduan Sistem Jaringan Jalan dan Jembatan Ditjen Bina Marga), Elisa Asri (Kepala Bagian Keuangan Sesditjen Bina Marga), serta Gemala Suzanti (Kasubdit Wilayah II Irigasi dan Rawa Ditjen SDA).

Adapun kategori Kartini Infrastruktur Dedikasi dan Pengabdian diberikan kepada Mainila Yanti (Kepala Satker PJN Wilayah I Riau), Mirnasari Daulay (Kepala Satker PJN Wilayah I Kalimantan Selatan), Marissa Fransisca Sitompul (PPK 3.1 Satker PJN Wilayah III Sumatera Selatan), Tantri Anggraeni (PPK OP Irigasi dan Rawa Ditjen SDA), serta Lesty Ariensietami (Kepala Satker OP BWS Kalimantan IV Samarinda).

Pada kategori Kartini Infrastruktur Inovatif 2026, penghargaan diraih oleh Eva Dayana (Pemimpin Proyek PT Jasamarga Probowangi), Festy Ratna Aditama (Manajer Divisi Transformation, Engineering, dan Quality PT Wijaya Karya Beton Tbk.), Yuanita Kiki Sani (Kasatker Jalan Bebas Hambatan Provinsi Jawa Barat), serta Any Virgyani (Kasubdit Pemantauan dan Evaluasi Ditjen Prasarana Strategis).

Sementara itu, kategori Kartini Infrastruktur Muda Inspiratif 2026 diberikan kepada Ainun Yunita (PPK Perencanaan Satker P2JN Sulawesi Tenggara), Verdina Bella Haqi (PPK Perencanaan BPBPK Lampung), Dessy Amalia Farina (PPK 1.4 Satker PJN Wilayah I Aceh), Ratih Purnama Sari (PPK 1.1 Satker PJN Wilayah I Banten), serta Sarah Magfirah (PPK 4.3 Satker PJN Wilayah IV Sumatera Utara).

Lebih dari sekadar penghargaan, Anugerah Kartini Infrastruktur 2026 mencerminkan pergeseran penting dalam lanskap pembangunan nasional, di mana perempuan semakin mengambil peran strategis, baik sebagai pemimpin, pengambil keputusan, maupun pelaksana teknis. Kehadiran mereka memperkaya perspektif dalam perencanaan dan pelaksanaan infrastruktur, termasuk dalam memastikan pembangunan yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Pengakuan ini juga diharapkan dapat mendorong partisipasi perempuan yang lebih luas di sektor infrastruktur, sekaligus menginspirasi generasi muda untuk terlibat dalam bidang yang menuntut kompetensi tinggi, kepemimpinan, dan inovasi. Dalam konteks ini, semangat Kartini menemukan relevansinya kembali, tidak hanya sebagai simbol emansipasi, tetapi sebagai dorongan nyata bagi perempuan untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa.

Related posts

Mengintip Tren Carbon Footprint 2026: Dari Rumah Tangga hingga Perusahaan Dunia Seperti Microsoft

Nea

Maria R Nindita Radyati: Arsitek ESG Indonesia yang Mengubah Bisnis Jadi Berkelanjutan

Nea

Bukan Sekadar Kembang Api: Menyambut 2026 dengan Solidaritas dan Revolusi Digital

Diana Nisa