Image default
Editor's PicksEvent

Katadata ESG Forum 2026 Ajak Perusahaan Indonesia Lebih Ramah Lingkungan dan Kompetitif

Jakarta, ESGIDN.com – Penyelenggaraan Katadata ESG Forum 2026 di Bursa Efek Indonesia menjadi bukti kuat bahwa aturan lingkungan, sosial, dan tata kelola atau ESG kini bukan lagi sekadar formalitas laporan tahunan. Saat ini, ESG telah berubah menjadi strategi utama bagi perusahaan untuk terus tumbuh dan bersaing. Katadata melalui program Katadata Green berupaya menyediakan data yang akurat agar praktik bisnis ramah lingkungan ini bisa memberikan keuntungan ekonomi yang nyata bagi para pelaku pasar modal di Indonesia.

Fokus utama dalam forum ini adalah peluncuran KESGI Dashboard yang bertujuan untuk mempermudah transparansi data perusahaan. Selama ini, banyak investor kesulitan membandingkan kinerja antarperusahaan karena laporan keberlanjutan sering kali hanya berisi cerita panjang tanpa data angka yang jelas. Dengan menggunakan standar global, KESGI membedah kinerja perusahaan ke dalam tiga pilar besar yang mencakup 15 topik dan lebih dari 100 indikator penilaian. Ke depan, data ini akan menjadi dasar untuk membentuk indeks ESG50 Leader sebagai panduan bagi investor dalam memilih perusahaan dengan kinerja terbaik.

Meski terlihat menjanjikan, tantangan besar masih membayangi perusahaan lokal dalam menerapkan prinsip ini. Survei terbaru dari Bursa Efek Indonesia dan Mandiri Institute menunjukkan bahwa minimnya tenaga ahli, mahalnya biaya pengelolaan data, serta kurangnya data angka yang terukur masih menjadi hambatan utama. Akibatnya, banyak program lingkungan atau sosial yang sebenarnya sudah dijalankan perusahaan belum terlihat nilainya di mata pasar modal karena tidak tercatat dan terintegrasi secara sistematis dalam laporan yang resmi.

Dalam hal upaya menjaga lingkungan, PT Wijaya Karya Beton Tbk menjadi contoh sukses bagaimana industri berat melakukan perubahan besar. Perusahaan ini berhasil meraih skor tinggi dalam penilaian global karena berani beralih ke energi terbarukan dan menciptakan inovasi produk seperti beton rendah karbon. Pencapaian ini membuktikan bahwa standar lingkungan yang ketat justru menjadi tiket bagi perusahaan Indonesia untuk menembus pasar internasional dan mendapatkan kemudahan dalam akses pendanaan hijau.

Secara keseluruhan, Katadata ESG Forum 2026 menegaskan bahwa konsistensi menjalankan prinsip ESG adalah kunci untuk bertahan di tengah persaingan ekonomi global. Dengan menghubungkan para pelaku usaha, pemerintah, dan investor, ESG bukan lagi sekadar alat tambahan untuk mengelola risiko, melainkan fondasi bisnis jangka panjang. Sinergi ini diharapkan mendorong lebih banyak perusahaan untuk segera menerapkan strategi keberlanjutan yang nyata demi menjaga lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan bisnis mereka.

Related posts

50% Warga RI Cemas Biaya Hidup: Sinyal Bahaya Bagi Korporasi yang Abaikan Inklusi Sosial

Nugroho

Mengungkap Aksi Iklim: Climate TRACE Buka Era Transparansi Emisi Global

Nea

Danantara Indonesia Economic Outlook 2026

Nea