
Jakarta, ESGIDN.com – Setiap pagi di Lombok Timur, anak-anak sekolah memulai perjalanan mereka menuju sekolah dengan berlayar melalui laut menggunakan Perahu Sekolah Samudera. Kisah serupa terulang di Kampung Laut, Cilacap, dan sungai-sungai terpencil lainnya.
Inilah wujud nyata bagaimana PT Samudera Indonesia Tbk mengubah tanggung jawab sosial perusahaan menjadi solusi transportasi pendidikan yang dapat memberikan dampak positif bagi pendidikan anak bangsa.
Krisis Akses Pendidikan yang Kompleks
Indonesia menghadapi krisis akses pendidikan yang kompleks dan multidimensional. Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tahun 2025, lebih dari 4 juta anak Indonesia telah putus sekolah. Disparitas yang tajam terbentang antara daerah perdesaan dan perkotaan, dengan tingkat putus sekolah di perdesaan konsisten lebih tinggi di semua jenjang pendidikan.
Jarak menjadi salah satu penghalang signifikan. Penelitian mengidentifikasi jarak fasilitas pendidikan sebagai faktor utama dalam kasus-kasus putus sekolah, khususnya di daerah yang secara geografis terisolasi. Di wilayah Papua, rata-rata jarak tempuh anak menuju sekolah mencapai 39,23 kilometer, sebuah angka yang mencerminkan tantangan infrastruktur transportasi yang ekstrem.
Samudera Indonesia Merespons, Dari Kapal Kargo ke Solusi Pendidikan
Dalam konteks krisis akses yang kompleks ini, PT Samudera Indonesia Tbk sebagai perusahaan pelayaran yang telah beroperasi lebih dari 70 tahun, membuat pilihan strategis melampaui tanggung jawab sosial konvensional.
Pada tahun 2017, perusahaan meluncurkan Sinar Wakatobi, sebuah perahu yang dirancang khusus untuk mengangkut siswa dan guru di perairan Telong Elong, Lombok Timur. Keputusan yang tampak sederhana ini sesungguhnya mencerminkan pemahaman mendalam tentang tempat dan cara perusahaan dapat menciptakan dampak sosial yang autentik dan berkelanjutan.
Berbeda dengan program CSR tradisional yang bersembunyi di balik kampanye pemasaran bombastis, Program Perahu Sekolah Samudera menunjukkan komitmen jangka panjang terhadap solusi nyata untuk masalah pendidikan.
Ekspansi dan Dampak yang Terukur
PT Samudera Indonesia Tbk telah mengoperasikan armada perahu yang dirancang khusus untuk mengangkut siswa dan guru. Berdasarkan Laporan Tahunan dan Keberlanjutan 2023 perusahaan, sejak tahun 2017 hingga akhir tahun 2023 program ini telah mentransportasikan lebih dari 112.042 penumpang sejak diluncurkan.
Enam tahun setelah peluncuran Sinar Wakatobi, program ini berkembang secara signifikan. Hingga Juni 2025, armada telah tumbuh menjadi 7 perahu yang beroperasi di 6 provinsi strategis.
Dari pulau-pulau kecil Lombok hingga sungai-sungai Jawa, setiap perahu memiliki nama yang terinspirasi dari keindahan alam Indonesia yang merefleksikan komitmen untuk hadir di tempat-tempat yang paling sulit diakses sekalipun.
- Sinar Wakatobi di Jerowaru, Lombok Timur
- Sinar Waisai di Muaragembong, Bekasi
- Sinar Way Kambas di Loa Kumbar, Samarinda
- Sinar Wonosobo di Kampung Laut, Cilacap
- Sinar Waingapu di Pulau Bertam, Batam
- Sinar Watampone di Kampung Laut, Cilacap
- Sinar Waecicu di Gili Gede, Lombok Barat
Setiap lokasi dipilih berdasarkan kriteria strategis yang ketat berdasarkan data angka putus sekolah, karakteristik geografis yang mendukung solusi transportasi air, dan dukungan dari pemerintah daerah. Alokasi sumber daya ini menunjukkan bahwa program bukan sekadar inisiatif dari pusat, melainkan program yang tumbuh sesuai dengan kebutuhan lokal yang berbasis data.
Lebih dari Sekadar Transportasi
Perahu Sekolah Samudera mendemonstrasikan bagaimana sektor swasta dapat mengintegrasikan Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam operasional bisnis dengan cara yang autentik dan terukur. Program ini bukan sekadar compliance marketing, tetapi komitmen nyata untuk keberlanjutan jangka panjang.
Dampak sosial yang dihasilkan melampaui sekadar pengangkutan. Program ini telah menjamin keselamatan anak-anak dalam perjalanan menuju sekolah dengan standar keselamatan yang terstruktur, meningkatkan kehadiran siswa, hingga memberdayakan masyarakat lokal dengan mempekerjakan kru dan operator dengan pelatihan dan sertifikasi.
Tantangan Besar dan Kebutuhan Lebih Lanjut
Dengan lebih dari 4 juta anak di Indonesia yang putus sekolah dan disparitas akses pendidikan yang masih lebar antara daerah perdesaan dan perkotaan, jelas bahwa solusi Perahu Sekolah Samudera menunjukkan apa yang mungkin dicapai, namun belum menjadi jawaban lengkap.
Pertanyaan yang seharusnya diajukan bukan “mengapa Samudera Indonesia melakukan ini?” melainkan “mengapa lebih banyak perusahaan Indonesia tidak mengadopsi model serupa?”
Jawabannya terletak pada kenyataan bahwa tanggung jawab sosial yang autentik memerlukan lebih dari sekadar alokasi anggaran. Diperlukan kepedulian yang tulus, komitmen jangka panjang, dan kesediaan untuk berinovasi melampaui program-program konvensional. Model yang dikembangkan oleh Samudera Indonesia menunjukkan bahwa ini adalah hal yang mungkin dilakukan.
Setiap pagi, ketika anak-anak naik ke Perahu Sekolah Samudera, mereka membuktikan bahwa investasi dalam pendidikan adalah investasi yang paling bermakna dan bahwa solusi nyata untuk krisis akses pendidikan Indonesia dimulai dengan keputusan berani untuk bergerak dari mimpi menjadi aksi.

