Jakarta, ESGIDN.com – PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) menunjukkan komitmen pada prinsip ESG melalui strategi pengelolaan keuangan yang berkelanjutan sepanjang 2025. Penurunan total liabilitas sebesar 33,6 persen secara year-on-year (YoY) menjadi Rp2,07 triliun per akhir 2025 mencerminkan fokus pada Environmental, Social, Governance yang terintegrasi dalam operasional perusahaan.
Langkah deleveraging agresif ini tidak hanya memperbaiki rasio gearing menjadi 0,07 kali dari 0,18 kali, tetapi juga menurunkan pinjaman bank jangka pendek hingga 79 persen (Rp73 miliar). Direktur Utama Hadian Pramudita menegaskan, “Pembersihan neraca ini bagian dari governance yang transparan demi keberlanjutan finansial jangka panjang.”
Kontribusi ESG konkret terlihat dari proyek-proyek sosial senilai Rp464 miliar yang sudah dikantongi WEGE di awal 2026, meliputi Sekolah Rakyat, Halte BRT ramah lingkungan, dan RSUD Rupit. Segmen properti yang berkontribusi Rp40 miliar juga mendukung sustainable development.
Prospek investasi WEGE 2026 semakin menarik bagi investor ESG-focused. Neraca yang lebih sehat, backlog proyek sosial-infrastruktur, dan governance yang membaik menempatkan WEGE sebagai saham berkelanjutan di sektor konstruksi. Dengan valuasi undervalued dan momentum infrastruktur pemerintah, WEGE berpotensi re-rating sepanjang tahun ini.

