Image default
Editor's PicksKey Person

Maria R Nindita Radyati: Arsitek ESG Indonesia yang Mengubah Bisnis Jadi Berkelanjutan

Jakarta, ESGIDN.com – Di tengah gempuran tantangan iklim dan tuntutan investor global, Maria R Nindita Radyati, Ph.D, muncul sebagai figur sentral yang membawa Environmental, Social, and Governance (ESG) ke jantung bisnis Indonesia. Sebagai President Director PT Bumi Aksara Mitra dan Ketua Komite Tetap “Governance in ESG/Sustainability” KADIN Indonesia sejak Januari 2025, ia memimpin lebih dari 1.000 anggota KADIN untuk mengadopsi praktik ESG terbaik.

Perjalanan Maria dimulai sebagai Ketua ESG Task Force KADIN periode 2023-2024, di mana ia memimpin tim menyusun “ESG Implementation Guidance” – panduan komprehensif berbasis 17 Sustainable Development Goals (SDGs) yang telah diunduh ribuan kali di situs www.esgtaskforcekadin.id. Dokumen ini jadi blueprint bagi perusahaan swasta dan BUMN untuk transisi hijau, lengkap dengan matriks prioritas dan metrik pelaporan.

Tak berhenti di situ, Maria mendirikan Institute for Sustainability and Agility (ISA) pada 2020, lembaga yang kini jadi pusat pelatihan ESG dengan program sertifikasi untuk eksekutif. Ia juga merancang program Magister ESG & Sustainability di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, melatih generasi baru praktisi keberlanjutan. Sebagai anggota Dewan Indeks ESG SRI-KEHATI hingga 2026, Maria turut menilai ratusan perusahaan untuk masuk indeks saham berkelanjutan di BEI.

Pengalaman luasnya mencakup peran sebagai Penasihat CSR Kementerian BUMN, Anggota DPR RI Bidang CSR (2019-2024), dan pencipta “Faculty Sustainability Competition” di Universitas Trisakti sejak 2018 yang telah melahirkan inovasi hijau dari 50+ kampus. Dengan latar belakang Ph.D dan jaringan internasional, Maria kini dorong KADIN integrasikan ESG ke dalam kebijakan nasional, targetkan 80% anggota capai skor ESG minimal Medium pada 2027.

“Kiprah Maria bukan sekadar teori; ia ubah ESG dari buzzword jadi alat saing bisnis nyata,” ujar rekan di KADIN. Di 2026, namanya terus bersinar sebagai arsitek transformasi berkelanjutan Indonesia.

Related posts

Danantara Indonesia Economic Outlook 2026

Nea

Di Antara Dinginnya Server dan Hangatnya Harapan: Mencari Jejak Kemanusiaan Kelvin Gonatha

Nugroho

Konferensi One Health Jakarta: Ilmuwan ASEAN-Prancis Sepakat Perlu Kolaborasi Lintas Sektor Cegah Pandemi

Diana Nisa

Leave a Comment