Bogor, ESGIDN.COM – PT Wijaya Karya Beton Tbk atau WTON menunjukkan langkah nyata dalam memperkuat infrastruktur hijau di sektor pendidikan. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan yang bertajuk Air Untuk Masa Depan, emiten produsen beton pracetak ini sukses memasang fasilitas resapan air berupa beton porous seluas hampir enam ratus meter persegi di SMPN 4 Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Langkah strategis ini menjadi jawaban konkret atas persoalan klasik berupa banjir berskala kecil atau genangan air yang kerap mengganggu kenyamanan kegiatan belajar-mengajar saat musim hujan.
Wilayah Bogor saat ini masuk dalam kategori area dengan tingkat kerawanan air yang cukup tinggi. Data World Resources Institute mengonfirmasi bahwa daerah tersebut berada pada status High Baseline Water Stress dengan tingkat risiko mencapai empat puluh hingga delapan puluh persen. Kondisi tersebut menuntut adanya tindakan pelestarian yang serius. Kehadiran produk inovatif milik anak usaha BUMN ini tidak sekadar mengembalikan fungsi utama lapangan sebagai ruang aktivitas siswa, melainkan juga berfungsi sebagai penyaring alami yang menjaga ketersediaan sekaligus kualitas cadangan air tanah di lingkungan sekitar.
Berbeda secara signifikan dengan struktur konvensional yang kedap air, material khusus ini dirancang dengan rongga-rongga mikro yang memungkinkannya mengalirkan air hujan langsung ke dalam lapisan bumi. Pemanfaatan material ramah lingkungan tersebut selaras dengan sejumlah target dalam pembangunan berkelanjutan atau SDGs, khususnya yang berkaitan dengan pemenuhan air bersih, inovasi infrastruktur, serta pembentukan kota yang berkelanjutan. Selain itu, langkah ini diproyeksikan akan memperkuat daya saing kompetitif perseroan di panggung industri konstruksi masa depan yang semakin menuntut standardisasi tinggi terkait kelestarian alam.
Pihak manajemen menegaskan bahwa kualitas pendidikan nasional sangat dipengaruhi oleh kelayakan ekosistem pendukungnya. Pertumbuhan korporasi kini tidak boleh hanya diukur dari performa finansial semata, tetapi juga harus berlandaskan pada keseimbangan aspek laba, pemberdayaan masyarakat, dan perlindungan planet. Sebagai bagian dari ekosistem investasi strategis nasional, perusahaan berkomitmen untuk terus mendorong kolaborasi multi-pihak guna menghadirkan fasilitas pendidikan yang jauh lebih berkualitas dan tangguh terhadap perubahan iklim

