Image default
Editor's PicksEvent

Haier Women’s Day Run 2026: Lari sebagai Narasi ESG dan Pemberdayaan Perempuan

Jakarta, ESGIDN.com – Gelora Bung Karno kembali menjadi ruang narasi yang lebih luas dari sekadar ajang olahraga. Di Plaza Timur GBK, ratusan pelari memadati jalur lintasan dalam gelaran Haier Women’s Day Run 2026, event lari yang menegaskan bahwa isu kesetaraan gender bisa diangkat bukan hanya lewat debat kebijakan, tetapi juga melalui aktivitas fisik yang melibatkan komunitas, bisnis, dan masyarakat secara inklusif. Sekitar 8.000 pelari turut serta dalam even yang diselenggarakan pada Minggu (19/4/2026) ini.

Dari sudut pandang ESG (Environmental, Social, Governance), Haier Women’s Day Run 2026 menjadi studi kasus menarik bagaimana perusahaan bisa mengintegrasikan isu sosial ke dalam ekosistem aktivitas brand. Event ini tidak hanya mengedepankan aspek olahraga dan kesehatan, tetapi juga membangun narasi kuat tentang pemberdayaan perempuan, kesetaraan, dan inklusivitas, yang secara langsung menyentuh dimensi S dalam ESG.

Format lari 10 kilometer yang digunakan menjadi metafora yang cocok: perjalanan yang tidak singkat, membutuhkan konsistensi, ketahanan, dan dukungan kolektif. Setiap peserta mendapatkan race bib dengan timing chip, finisher medal, jersey eksklusif, serta race day package yang berisi goodie bag, snack, dan minuman di water station sepanjang jalur. Dari sisi operasional, penyelenggara mengelola pengelolaan sampah, penggunaan perlengkapan yang ramah lingkungan, hingga distribusi konsumsi, yang menjadi bagian dari praktek EHS yang lebih terukur.

Event ini juga menunjukkan bagaimana peran perempuan ditempatkan sebagai subjek utama dalam aktivitas publik, bukan hanya sebagai penerima manfaat. Lari menjadi simbol bahwa perempuan Indonesia punya kapasitas untuk bergerak di ruang publik, bersaing, dan berkontribusi, sekaligus mendorong narasi internal korporasi untuk terus memperkuat kesetaraan di struktur organisasi, dari tingkat operasional hingga manajemen.

Menurut Theresia Wulan yang bertugas juga sebagai Pacer, acara ini sangat menarik dan banyak diminati oleh masyarakat. Tingginya animo masyarakat membuat dia merasa senang bisa bergabung dalam event ini.

Dalam konteks kemitraan, Haier Women’s Day Run 2026 melibatkan berbagai komunitas, sponsor, dan mitra lokal, sehingga tidak hanya menjadi platform branding, tetapi juga ruang kolaborasi multi‑stakeholder yang relevan dengan prinsip ESG modern. Keterlibatan komunitas pelari, organisasi perempuan, dan relawan menciptakan pola ekosistem yang berkelanjutan, bukan hanya sekadar event satu hari yang berlalu.

Secara spesifik, even ini juga memperkuat pilar Governance dalam arti luas: adanya kepatuhan terhadap protokol keselamatan, manajemen risiko sosial, hingga transparansi alur partisipasi dan distribusi benefit kepada pelari. Dari aspek environment, penyelenggara mengelola penggunaan energi, transportasi, dan pengelolaan sampah di area GBK, dengan memetakan jejak karbon yang terkait dengan aktivitas fisik dan logistik event.

Haier Women’s Day Run 2026 menunjukkan bahwa narasi ESG bisa hadir dalam bentuk yang dinamis: bukan sekadar laporan tahunan atau seminar, tetapi juga jalur lari yang dipadati ribuan orang yang bergerak bersama‑sama. Dengan 8.000 pelari yang menghiasi jalur GBK, event ini tidak hanya menegaskan kembali pentingnya perempuan dalam pembangunan, tetapi juga membuka jalan bagi perusahaan dan komunitas untuk membangun narasi yang sama: inovasi, inklusivitas, dan tanggung jawab sosial yang berjalan seiring degup jantung pelari di lintasan.

Related posts

Apa Itu AMDAL? Analisis ‘Hijau’ Wajib Sebelum Bangun Proyek

Diana Nisa

Satu Tahun Danantara: Ambisi Ekonomi Hijau, Tata Kelola Dipuji, Transparansi Dipertaruhkan

Nea

Mengungkap Aksi Iklim: Climate TRACE Buka Era Transparansi Emisi Global

Nea