Jakarta, ESGIDN.com – Jakarta menjadi saksi bersejarah pada malam Senin, 8 Desember 2025, ketika Komite Nasional Kebijakan Governansi (KNKG) menganugerahkan penghargaan bergengsi Annual Report Award (ARA) 2024 di Gedung Bursa Efek Indonesia. Ajang yang telah memasuki tahun ke-20 sejak pertama kali digelar pada 2002 ini menegaskan komitmen Indonesia dalam membangun ekosistem tata kelola perusahaan yang sehat, transparan, dan berkelanjutan.
Pencapaian luar biasa ditunjukkan oleh PT Bank Central Asia Tbk, yang kembali merebut posisi tertinggi sebagai Juara Umum ARA 2024. Prestasi ini merupakan dua kemenangan berturut-turut bagi BCA setelah sebelumnya meraih gelar yang sama pada 2023. Direktur BCA Vera Eve Lim menerima penghargaan langsung dari Ketua Pengarah ARA Prof. Dr. Mardiasmo, Akt. MBA, dengan menyatakan bahwa pencapaian ini mencerminkan komitmen konsisten dalam menjalankan tata kelola perusahaan yang baik, keterbukaan informasi, dan integrasi aspek keberlanjutan.
Penghargaan tahun ini mengusung tema yang kuat: “Leading with Integrity, Transparency, and Accountability: The Path to a Sustainable Future”. Tema tersebut menegaskan pentingnya integritas, transparansi, dan akuntabilitas sebagai fondasi menuju masa depan bisnis yang berkelanjutan. BCA tidak sekadar menerima satu penghargaan, melainkan memborong berbagai gelar dari kategori berbeda, membuktikan keunggulannya dalam penyusunan laporan tahunan berkualitas tinggi dan laporan keberlanjutan yang komprehensif.
Selain menjadi Juara Umum ARA 2024, BCA juga dinobatkan sebagai Juara Umum Gopublik Keuangan, Juara Umum Klaster Rp5 Triliun, serta Juara 1 Non BUMN/Non BUMD Gopublik Keuangan. Prestasi berlipat ganda juga diraih oleh anak usaha BCA, yakni PT Bank BCA Syariah, yang dinobatkan sebagai Juara Umum Klaster Rp1 Triliun dan Juara Non BUMN/Non BUMD untuk klaster yang sama. Dominasi kedua lembaga keuangan ini menunjukkan bahwa standar pelaporan berkualitas tinggi telah menjadi bagian integral dari strategi bisnis mereka.
Dalam kategori Gopublik Non-Keuangan, PT Jasa Armada Indonesia Tbk menjadi pemenang utama dengan meraih Juara Umum Gopublik Non-Keuangan. Perusahaan yang bergerak di bidang armada maritim ini menunjukkan bahwa komitmen terhadap tata kelola yang baik tidak terbatas pada sektor keuangan, tetapi juga berkembang pesat di sektor transportasi dan logistik.
Partisipasi perusahaan BUMN pada ARA 2024 menunjukkan peningkatan signifikan, mencerminkan semakin luasnya penerapan praktik tata kelola yang baik di tingkat korporasi negara. Dalam kategori Juara BUMN untuk klaster pendapatan 1 Triliun, PT Geo Dipa Energi (Persero) menjadi pemenang pertama, disusul PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk sebagai juara kedua, dan PT PLN Energi Gas sebagai juara ketiga. Ketiga perusahaan ini mewakili komitmen BUMN dalam transformasi digital, transparansi pelaporan, dan praktik keberlanjutan.
Untuk klaster pendapatan 1-5 Triliun, PT Jasa Armada Indonesia Tbk kembali tampil sebagai Juara Umum kategori ini. Dalam kategori BUMN di segmen yang sama, PT Jasa Armada Indonesia Tbk menempati urutan pertama, diikuti PT PLN Nusa Daya di urutan kedua, dan PT Bank Mandiri Taspen di urutan ketiga. Kategori BUMD pada klaster ini dipimpin oleh Bank BJB Syariah sebagai juara pertama, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk sebagai juara kedua, dan PT MRT Jakarta (Perseroda) sebagai juara ketiga. Sementara untuk kategori Non BUMN/Non-BUMD, PT Menthobi Karyatama Raya Tbk meraih penghargaan tertinggi.
Klaster terbesar dengan pendapatan di atas Rp5 Triliun menunjukkan dominansi BCA sebagai Juara Umum Klaster. Dalam kategori BUMN Gopublik Keuangan untuk klaster ini, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menjadi pemenang pertama dengan mempertahankan konsistensinya selama empat tahun berturut-turut sejak 2021 hingga 2024. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menduduki posisi kedua, sementara PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk menempati urutan ketiga. Pencapaian Bank Mandiri ini menegaskan bahwa penyusunan laporan tahunan yang transparan dan akuntabel telah menjadi bagian dari DNA organisasi perbankan BUMN.
Di kategori BUMN Gopublik Non-Keuangan untuk klaster yang sama, PT Bukit Asam Tbk meraih posisi pertama, PT Jasa Marga (Persero) Tbk menempati urutan kedua, dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk menduduki peringkat ketiga. Ketiga perusahaan infrastruktur ini menunjukkan bahwa sektor konstruksi dan pertambangan juga telah meningkatkan standar pelaporan mereka secara signifikan. Kategori BUMN Non-Gopublik Keuangan dimenangkan oleh PT Jaminan Kredit Indonesia, sementara kategori BUMN Non-Gopublik Non-Keuangan dipimpin oleh PT PLN Nusantara Power sebagai juara pertama, PT Pertamina EP di urutan kedua, dan PT Pelayaran Bahtera Adhiguna sebagai juara ketiga.
Penghargaan khusus juga diberikan untuk kategori BUMD Gopublik Keuangan, yang dimenangkan oleh PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk, menunjukkan bahwa tata kelola berkualitas telah berkembang hingga ke tingkat daerah. Dalam kategori Non-BUMN/Non-BUMD Gopublik Keuangan, PT Bank Central Asia Tbk kembali bersinar di urutan pertama, diikuti PT Bank Permata Tbk sebagai juara kedua, dan PT Bank SMBC Indonesia Tbk sebagai juara ketiga.
Pengakuan istimewa diberikan kepada PT Bank Negara Indonesia Tbk sebagai perusahaan dengan peningkatan nilai desk evaluation tertinggi, penghargaan yang mencerminkan dedikasi perseroan dalam terus meningkatkan kualitas pengungkapan informasi dan transparansi pelaporan mereka dari tahun ke tahun.
Pada edisi ARA 2024, sebanyak 206 perusahaan dari berbagai sektor mendaftar untuk mengikuti ajang bergengsi ini. Dari jumlah tersebut, 45 perusahaan terpilih sebagai finalis yang kemudian diproses melalui evaluasi dokumen dan wawancara mendalam dengan pimpinan perusahaan. Ketua Dewan Juri ARA 2024, Lindawati Gani, menekankan bahwa penilaian tahun ini semakin menitikberatkan pada transparansi, integritas, dan pemikiran terintegrasi dalam penyusunan laporan tahunan dan keberlanjutan.
Penyelenggaraan ARA 2024 merupakan kolaborasi strategis antara delapan institusi nasional: Komite Nasional Kebijakan Governansi (KNKG) sebagai penyelenggara utama, bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Dalam Negeri, Badan Pengaturan BUMN, Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Kolaborasi ini mencerminkan komitmen lintas institusi dalam mendorong peningkatan standar tata kelola korporat nasional.
Proses penjurian dilakukan secara independen dan profesional, dengan dewan juri yang terdiri dari perwakilan berbagai institusi dan akademisi. Penilaian mengintegrasikan hasil evaluasi dokumen yang diberi bobot 75 persen dan wawancara dengan bobot 25 persen, memastikan penilaian yang holistik dan komprehensif. Inovasi signifikan pada ARA 2024 adalah pembagian pemenang berdasarkan klaster pendapatan perusahaan, pendekatan yang diterapkan untuk memberikan penilaian lebih proporsional dan adil sesuai dengan ukuran serta kompleksitas usaha masing-masing perusahaan.
Sejak digelar pertama kali pada 2002, ARA telah berkembang menjadi salah satu tolok ukur penilaian kredibilitas laporan tahunan perusahaan yang mendorong praktik tata kelola berkelanjutan di Indonesia. Standar penilaian ARA 2024 mengacu pada ketentuan terkini, termasuk Surat Edaran OJK Nomor 16 Tahun 2021, POJK Nomor 51 Tahun 2017, Pedoman Umum Governansi Korporat Indonesia 2021, dan ASEAN Corporate Governance Scorecard.
Penganugerahan ARA 2024 menegaskan bahwa transformasi tata kelola perusahaan di Indonesia telah memasuki fase yang matang, di mana transparansi, integritas, dan akuntabilitas bukan lagi sekadar kepatuhan terhadap regulasi, tetapi telah menjadi strategi bisnis yang integral. KNKG akan memberikan feedback komprehensif kepada setiap peserta ARA 2024, mendorong setiap perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas pengungkapan informasi, transparansi, dan akuntabilitas dalam rangka membangun kepercayaan publik yang berkelanjutan.

